Cinta Dia Untukku
Hari ini amat sangat
menyebalkan. Aku punya pacar yang sudah 5 tahun menemani aku. Panggil saja aku
Vanesa , aku tidak tau kenapa dia sangat menyebalkan. Kemarin hari, kami sudah sepakat bertemu di Mall deket
rumahku. Aku datang lebih dulu dan menunggu dia berjam-jam. Aku menunggu dia
sampai jam 10 malam dan akhirnya memutuskan untuk pulang. Berkali-kali
menelfonnya, tapi nggak diangkat. Aku sudah memutuskan , kalau dia melefonku ,
aku nggak akan menjawabnya .
Seharian penuh aku mikirin
dia. Sampai jam 12 dia belum menghubungiku. Aku nggak bisa berfikir jernih
lagi. Ini sangat menyebalkan bagiku.
Pukul 01.00 aku masih
belum bisa tidur. Hanya karna mikirin dia yang membuatku gila. Ada apa dia ?
Kenapa dia seperti ini ? Tiba-tiba terdengar suara Ibuku memanggilku.
"Ada apa , Ma ?"
tanyaku.
Ibuku hanya dia dan
memberikan telefon kepadaku. Aku menerima telefon itu. Setelah aku bilang Hallo
, aku mendengar suara isak tangis seorang wanita. Aku juga mendengar penjelasan
singkatnya dan air mataku pun mengalir. Aku tidak sanggup mendengar suara itu
di telefon. Akhirnya aku menutup telefonnya. Tiba-tiba tubuhku melemas. Aku
terus menangis dan Ibuku mencoba menenangkanku. Akhirnya aku menuju kamarku dan
berganti pakaian. Kami bergegas ke rumah sakit.
Akhirnya kami sampai ke
rumah sakit, aku langsung berlari ke tempat tujuanku. Aku berlari sekuat
tenagaku. Lalu langkahku berhenti ketika aku melihat wanita yang tadi
menelefonku. Dia memelukku dan sedang menangis. Isak tangisnya membuatku tambah
lemas.
"Maafin Tante baru
kasih tau sekarang. Tante nggak bisa mikir apa-apa kecuali Bayu, Van."
Tangisannya bertambah
kencang. Aku tak tau kata-kata yang tepat untuk menenangkanya, karna aku
sendiri juga merasakan hal yang sama dengannya.
"Iya tan, Vanesa juga
mikirin Bayu terus."kataku
"Iya Van."
"Terus sekarang Bayu
dimana , Tante?"tanyaku.
"Ada dikamar , Van .
Masuk aja."
"Iya Tan . Nggak
apa-apa aku tinggal dulu?"tanyaku.
"Nggak apa-apa Van .
Kamu masuk aja.
Aku meninggalkan ibunya
Bayu yang masih menangis. Akhirnya aku masuk ke ruangan kamar itu. Dan Bayu pun
memanggilku.
"Vanesa maafin aku ya
nggak bisa datang tepat waktu."
"Nggak apa-apa yu
harusnya aku yang minta maaf. Kenapa ini bisa trerjadi ?" tanyaku.
"Ceritanya panjang
Van."jawab Ayahnya.
“Owch iya oom. Biar Bayu
aku temenin “ jawabku .
Akhirnya ayahnya Bayu
keluar dari ruangan dan berbicara dengan orangtuaku.
“Bayu kamu nggak apa-apa
kan,??” tanyaku ke Bayu.
“Enggak apa-apa kok Van.
Mungkin besok sudah boleh pulang. Waktu mau menghampiri kamu di jalan ban motor ku bocor. Akhirnya aku nabrak
motor, Van.”
“Yu kamu harus lebih
hati-hati ya. Aku gak mau ini terjadi aku gak mau kamu ninggalin aku.” Jawab
ku.
‘Aku gak akan ninggalin
kamu Van. Aku sayang sama kamu.”
Ketika sudah berbicara
sama Bayu aku memutuskan untuk pulang ke rumah. Fikiranku sudah lumayan tenang
kerena tau penjelasan nya.
………………………………………………….
Pagi –pagi hari Minggu
Bayu tiba-tiba mengajak ku ke taman. Aku melihat dia duduk di kursi taman dan
aku menhampirinya duduk di sampingnya, sambil menatap wajahnya.
“Van aku ingin kasih
sesuatu ke kamu.” Kata Bayu
“Mau ngasih apa yu,??”
jawabku
“Pakai kalung ini ya Van,
aku ingin memberikan sesuatu yang istimewa untukmu, aku sangat mencintaimu”
kata Bayu .
“Makasi ya buatt semua ini
yu. Kalung ini sangat indah sekali.” Jawabku sambil tersenyum bahagia.
Satu hal yang aku yakini.
Aku yakin dia akan bersama ku selamanya. Dan dia juga akan menjagaku selamanya,
dengan cintanya yang diberikan untukku.
Komentar
Posting Komentar