BERBEDA
Aku melihat
ke atas langit, awan hitam seakan memuntahkan kepenatannya , tapi aku masih
duduk ditepi jalan yang sunyi. Tiba tiba terdengar suara pijakan kaki seakan
menghampiriku. Aku melihatnya untuk ketiga kalinya di tempat dan keadaan yang
sama. Sunyi seperti hanya aku yang berada didalam dunia ini. Kemudian kamu
duduk di sebelahku. Detik jam berdetak semakin cepat seperti menertawakanku
karena aku hanya diam dan membisu. Ketika kamu tersenyum kepadaku, lidahku
gugup tak bergerak. Hembusan angin seolah membisikanku untuk tidak mengingatnya
kembali kejadian tragis itu , dimana ku melihat tubuhmu tergeletak membatu.
Namun apa daya , aku berusaha setengah mati tetap tidak bisa melupakannya.
Petir menyambar menyadarkanku duniaku dan duniamu telah berbeda. Tapi mengapa ?? Bayang bayangmu masih
saja menghantuiku... , dimanapun aku berada selalu ku ingat dirimu. Tetes tetes
air hujan yang semakin deras menyantapku yang bersamaan juga dengan air mataku
ini. Mengapa kau pergi begitu cepat ? disaat aku sangat membutuhkanmu ?? “aku
harus kuat”,batinku dalam hati. Tiba tiba kamu menyentuh pundakku seolah kamu
tau aku membutuhkan kekuatan darimu. Aku melihat dan menatapmu sekali lagi dan
kamu membalas dengan senyuman yang tidak biasa aku lihat. Senyumanmu itu seakan
mengatakan sesuatu padaku. Suara merdumu berkata, “Aku tau apa yang kamu
rasakan, tolong relakan aku krn aku tak mau melihatmu selamanya begini”. Aku
hanya bisa tersenyum dan menjawab “Aku kuat kok tanpamu, kamu jangan khawatir”.
Setelah obrolan itu semuanya kembali hening dan sunyi. Kemudian aku melihatmu
berdiri dan beranjak pergi menjauhiku , lalu aku memanggil dan bertanya
kepadamu,”kamu mau kemana ?? kenapa kamu tiba tiba pergi dari
sampingku ??” Kamu menjawab, “ Aku tak pergi darimu , cinta ini selalu ada ,
aku selalu ada dijiwamu , dihatimu dan selalu bersamamu.” Akhirnya kamu
tersenyum padaku sekali lagi dan menghilang pergi meninggalkanku. Aku hanya
bisa diam terpaku melihatmu pergi dan menghilang karna kejadian itu adalah
terakhir kalinya aku melihat senyummu dan dirimu. Setelah itu aku tak melihatmu
kembali. (nn)
Komentar
Posting Komentar